Irvan Ulvatur Rohman Irvan Ulvatur Rohman, Mahasiswa Universitas Muhammadiyan Ponorogo

Dilema Sistem Perkuliahan Online pada Kalangan Mahasiswa [Kelebihan dan Kekurangan]

4 min read

Merebaknya pandemi covid 19 di Indonesia,  menjadi pukulan nyata bagi semua elemen bangsa. Kendati pemerintah harus berorientasi pada sektor kesehatan guna menyelamatkan masyarakat Indonesia dari paparan covid 19 yang semakin meluas. Lebih dari itu pemerintah juga harus menyiapkan beberapa upaya preventif sebagai langkah dalam menyikapi menyangkut beberapa sektor yang juga ikut terpapar dari adanya pandemi ini. Maka dari itulah Pemerintah memberlakukan beberapa kebijakan dengan tujuan agar covid 19 tak semakin merajalela di Indonesia, diantara kebijakan pemerintah  adalah himbauan jaga jarak antar orang atau yang lebih dikenal dengan physical distancing, pembatasan sosial atau social distancing, PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) serta masih banyak lagi.

Pemerintah sebagai penjaga amanat pancasila memang memiliki peranan penting untuk menjaga dan melindungi masyarakatnya, akhirnya agar upaya tersebut berjalan dengan efektif dan optimal. Pemerintah melalui Presiden Jokowi, menghimbau kepada seluruh masyarakat agar bekerja dari rumah, belajar di rumah dan beribadah di rumah, hal ini disambut baik oleh Pemimpin masing –masing daerah melalui penerbitan surat edaran kepada seluruh instansi agar menghentikan untuk sementara waktu aktivitas kantor dan sekolah yang kemudian dialihkan dengan sistem kerja dan belajar dari rumah.

Pendidikan Online dari Perspektif Mahasiswa

Melalui tulisan ini saya akan lebih menyoroti mengenai pemberlakuan sistem pendidikan daring atau pendidikan jarak jauh terutama di ranah perguruan tinggi serta bagaimana perspektif mahasiswa.

Akibatnya kegiatan belajar mengajar yang biasanya diadakan secara tatap muka dikelas, diubah dengan sistem kuliah berbasis online jarak jauh yang dapat diakses dari rumah, Lantas bagaimana mekanisme sistem daring itu sendiri? apakah efektif dalam kegiatan belajar mengajar pada kalangan mahasiswa secara universal?.

Memang harus diapresiasi pihak kampus dengan cepat dan tanggap menjawab kondisi seperti saat ini, hampir semua Perguruan Tinggi di Indonesia baik negeri ataupu swasta menerbitkan surat edaran yang subtansinya memuat agar seluruh aktivitas di kampus di tiadakan dan diganti melalui komunikasi jarak jauh.

Hal ini tentu akan berdampak secara signifikan  terhadap mahasiswa, di satu sisi  tentu para mahasiswa termasuk saya akan memiliki pengalaman baru dengan diberlakukannya sistem baru, namun disisi lain akankah ini efektif sebagai kegiatan belajar?

Sebelum menjawab itu semua mari bersama – sama, kita memahami esensi yang sebenarnya dari sistem pembelajaran daring. Intepretasi dari  sistem pembelajaran daring adalah sebuah strategi pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan berbagai macam teknologi komunikasi, seperti zoom, google meet, whatsapp dsb. Dengan sistem pembelajaran daring memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk dapat mengikuti suatu mata kuliah tertentu tanpa harus pergi ke kampus.

Kelebihan atau Dampak Positif Pendidikan Daring

Sebetulnya sistem perkuliahan daring itu bagaikan dua mata pisau, berimplikasi positif tapi juga tidak terlepas dari kekurangan. Adapun untuk kelebihan atau dampak positifnya sendiri dapat kita pahami dibawah ini:

1. Tidak tergantung pada waktu dan ruang

Dengan adanya sistem perkuliahan daring maka mahasiswa dapat mengakses pembelajaran di manapun dan kapanpun tanpa harus repot – repot datang ke kampus. Demikian juga dengan tenaga pendidik atau dosen, mereka juga tidak akan terhalang oleh ruang dan waktu, kapanpun ingin melaksanakan perkuliahan tidak ada batasan.

2. Mahasiswa dapat mengajukan pertanyaan dengan lebih leluasa

Dengan diimplementasikannya perkuliahan daring, setiap mahasiswa dapat mengajukan pertanyaan mengenai materi perkuliahan kepada dosennya secara leluasa, untuk itulah pemahaman mahasiswa terhadap materi juga akan semakin meningkat, selain itu kemampuan berfikir kritis mahasiswa juga akan terasah.

Mahasiswa dapat mengulas materi yang telah di dapat  secara berulang –ulang Jika biasanya materi yang disampaikan oleh dosen hanya terbatas saat di kelas saja dan materinya pun hanya dapat diakses saat itu saja. Dengan adanya perkuliahan daring maka mahasiswa dapat setiap saat mengulas materi yang tersimpan di dalam mobile phone atau laptop.

3. Melatih mahasiswa agar tidak hanya tergantung pada dosen

jika biasanya mahasiswa tergantung dengan kehadiran dosen, maka dalam sistem perkuliahan daring ini mahasiswa dituntut agar lebih aktif dalam menggali ilmu serta dapat mengasah kemandirian, kreativitas, dan rasa bertanggung jawab untuk mencapai nilai terbaik dalam study nya.

Kekurangan Pendidikan Daring

Mungkin dari gambaran diatas perlu dipertimbangkan bahwa setelah pandemi covid 19 ini berakhir, akankah pemerintah akan melanjutkan perkuliahan online seperti saat ini atau tidak. Akan tetapi sebelum itu marilah kita pahami juga mengenai kekurangan dari perkuliahan dengan sistem daring ini :

1. Kedisiplinan mahasiswa menjadi faktor penentu

Inilah alasan yang menjadikan sistem daring sangatlah kurang efektif khususnya bagi mahasiswa kurang disiplin. Tanpa adanya under preasure seperti perkuliahan biasa, justru menjadi celah tersendiri bagi mahasiswa untuk tidak memperhatikan kedisiplinan dalam proses study. Akibatnya mahasiswa yang kurang disiplin akan kesulitan dalam memahami pembelajaran bahkan sampai tertinggal.

2. Ketergantungan pada jaringan internet dan ketersediaan kuota

Bagi mahasiswa yang berada di kawasan dengan jaringan yang memadai ini tak begitu bermasalah, namun sebaliknya bagi mahasiswa yang wilayahnya kurang optimal dari segi penyediaan jaringan internet ini menjadi permasalahan pelik. Pasalnya selain kita harus memperhatikan pembelajaran dan penugasan  juga dihadapkan dengan masalah jaringan. Tidak cukup dengan itu saja, pastinya dengan sistem perkuliahan daring, kita juga harus siap dengan kewajiban untuk selalu menjaga ketersediaan kuota internet.

3. Interaksi secara langsung dengan dosen menjadi terbatas

Tidak dapat di pungkiri walaupun di satu sisi kuliah daring dapat dilakukan setiap saat. Kendati demikian, di sisi lain juga berimplikasi pada kurang optimalnya diskusi secara langsung. Hal inilah yang kemudian membuat sesi presentasi dan diskusi dengan dosen menjadi terbatas bahkan tidak optimal.

SIMPULAN

Mungkin itulah beberapa dampak dari adanya kuliah daring baik dari perspektif negatif maupun negatif, karena pada dasarnya pemberlakukan sistem yang tergolong baru juga diperlukan yang namanya adaptasi sebelum semuanya berubah menjadi kebiasaan. Namun memahami dari esensinya sendiri, sudah tentu kuliah daring merupakan inovasi proses pembelajaran yang perlu dipertimbangkan ulang.

Mengapa demikian?

Ya alasannya sudah tergambar secara gamblang dalam dampak positif adanya sistem ini, namun dari sudut pandang lain juga perlu adanya evaluasi mengingat masih banyak kekurangannya. Akan tetapi berbicara soal kuliah daring menurutku pribadi juga tidak terlalu optimal dalam proses pembelajaran, menurut saya sistem perkuliahan dan pembelajaran haruslah diprioritaskan untuk pembentukan kepribadian, kepekaan sosial dan juga keluasan dalam berinteraksi dengan orang lain dan ini hanya dapat didapatkan manakala tetap dengan regulasi perkuliahan konvensional.

Tak dapat dipungkiri ini juga menjadi penghambat bagi para aktivis yang juga berselancar di organisasi, mengapa tidak karena banyak sekali kegiatan – kegiatan keorganisasian harus ditunda karena wabah covid 19 bahkan rapatpun juga di setting sama dengan perkuliahan, ya lagi – lagi sistem daring dan banyak mahasiswa organisatoris yang merasa cara ini kuranglah optimal melihat dengan rapat biasa saja belum tentu maksimal bukan? apalagi dengan sistem online, tentu akan menyebabkan banyak problem bahkan disinformasi.

Baiklah kembali lagi menyoal perkuliahan online, perspektif diantara mahasiswa mungkin berbeda – beda karena stigma mereka juga berbeda. Tapi seperti yang termaktub dalam surah Al – Insyirah bahwa bersama kesulitan pasti ada kemudahan, dibalik kesulitan belajar dalam proses online juga ada manfaatnya, dimana yang sebelumnya gaptek dan tak mau belajar, dengan kondisi seperti sekarang ini tentulah mau tak mau harus belajar dan juga menerapkan.

Tentunya mahasiswa yang dinobatkan sebagai agent of change harus meyadari bahwa kalimat itu bukanlah sekedar buaian belaka namun sarat akan makna. Jika sampai hari ini kita belum bisa berkontribusi secara penuh dalam kehidupan berbangsa, maka minimal bisa menjadi agent of change bagi diri sendiri dan teman – teman yang lain tentunya.

Saat ini bukanlah waktunya mengeluh, namun saat ini adalah waktunya berproses, dalam menjalani lika – liku kehidupan kita tidak akan pernah tahu apa yang akan kita temui didepan, mungkin perkuliahan dengan sistem online ini bisa menjadi sebuah pembelajaran agar kedepannya kita tak hanya dinobatkan sebagai mahasiswa di atas kertas saja, akan tetapi jauh lebih itu kita juga bisa mendapat gelar sebagai representasi akan perubahan dan mampu mengkuti zaman

Kesimpulan dari tulisan ini adalah, bangkitlah wahai mahasiswa walaupun saat ini kita dapat belajar sambil rebahan, namun jangan pernah jadikan itu sebagai alasan untuk bermalas-malasan, karena ini adalah tantangan yang tidak mudah tentunya dan perlu dilalui dengan penuh perjuangan keras, lebih keras dari sebelumnya, kejadian ini juga merupakan momen emas bagi diri kita untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Irvan Ulvatur Rohman Irvan Ulvatur Rohman, Mahasiswa Universitas Muhammadiyan Ponorogo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *